• Dear my friend, do you believe in prophecies? do you know the miracle behind the fall of Constantinople? or do you believe in divine synchronicity? have you ever felt so spiritual that you could see and feel His veil around you?
    O my friend, I believe that nothing is in vain in this world. Everything is behind His plan and His wisdom. You can see God everywhere. Signs of divinity are everywhere.. and it’s like Shams Tabrizi’s quote;
    “You can study God through everything and everyone in the universe because God is not confined to a mosque, synagogue, or church. But if you still need to know where exactly He lives, there is only one place to look: in the heart of a true lover.”


    ‘one who sees clearly’, atau juga dapat diartikan ‘yang dapat melihat dengan jelas.’ Dalam ilmu parapsikologi, mereka disebut sebagai ‘Clairvoyant‘. Dalam ilmu tasawuf, mereka adalah orang-orang yang dapat melihat tanda-tanda kebesaran Tuhan. Kebanyakan mereka adalah para nabi dan auliyah. Katanya mereka dapat melihat masa depan, masa lalu, apa yang hilang, apa yang akan datang dan rahasia lainnya.

    Ah, tapi siapapun itu, pasti mereka pernah merasakan nubuat yang datang dari Tuhannya sendiri. Walaupun kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang terpilih oleh Allah. Dan salah satunya itu ialah mimpi yang datang dari Osman Gazi, kakek moyang Sultan Mehmed II, ia bermimpi “melihat sinar bulan sabit yang keluar dari Gurunya, Syekh Edebali. Sinar bulan sabit itu pun masuk kedalam dada Osman. Lalu keluarlah dari dada tersebut sebuah pohon yang sangat besar, dan hamparan gunung serta sungai-sungai. di sungai tersebut banyak orang-orang berkerumun dan mengambil air minum disana” Dari mimpi inilah salah satu tanda bahwa Allah akan memilih keturunan Osman sebagai pewaris kerajaan yang besar dan indah yaitu ‘Konstantinopel‘. Serta dari kerajaan itulah akan melahirkan banyaknya negara-negara islam.


    ‘Nubuat’ bisa datang darimana saja, walaupun kebanyakan dari mimpi. And my friend, you just sent me a sign that reminded me of my prophetic dream. ‘the green is turning brown.’ Do you know what the color brown means to me? it’s a color that has specific signs from Allah to me. but it could be a sign for you too.

    April 2023, tepat di malam setelah idulfitri, saya bermimpi bertemu dengannya di mimpi. Ia memakai baju koko warna coklat dan sarung coklat kemerahan. Disaat itu saya juga memakai pakaian lebaran saya yang warnanya juga coklat, kain kerudung saya pun berwarna coklat pula. Memang pula pada tahun itu saya memakai pakaian coklat saat lebaran. Dan dari situ pun saya melihat tanda dari Allah, pada tahun 2023, saat idulfitri, Ia pasti juga mengenakan pakaian berwarna coklat pula. Di dalam mimpi ia menyapa saya sambil tersenyum, begitu pula juga saya.

    Allah sent me signs of our synchronicity through dreams. aren’t we wearing the same colors on Eid 2023? nothing is a coincidence, everything is in His plan. there must be another reason why God sent me those signs. You definitely mean something to me, my friend.


    Maybe it’s my spiritual gift from God who can see the signs of His wisdom. I know something from God about you.. I can see your vision. But still, it is also a mystery to me. I am the one who can see clearly… but there are too many His mysteries.


  • Sejak dua hari yang lalu, Jakarta selalu hujan. Padahal kan ini seharusnya musim kemarau. Anehnya, kenapa setiap kita bawa payung, pasti diluar tidak hujan? Dan setiap kita tidak bawa payung, diluar pasti hujan?

    Ah pasti ini karena hukum Fisika yang mengada-ada. Atau mungkin dari diriku sendiri saja ya? Atau mungkin ini namanya ‘Negativity Bias.’?

    Negativity bias is the tendency to pay more attention to negative information than to positive information. Here, more weight is given to negative experiences over neutral or positive experiences. Due to negativity bias, we are much more influenced by negative events or information than by positive counterparts of equal significance.

    The notion that, even when of equal intensity, things of a more negative nature (e.g. unpleasant thoughts, emotions, or social interactions; harmful/traumatic events) have a greater effect on one’s psychological state and processes than do neutral or positive things.

    Singkatnya, ada orang-orang yang selalu fokus dalam hal-hal negatif padahal diluar itu masih ada hal-hal yang positif kan? Contohnya sih kayak yang Papa pernah kasih tau ke aku dulu, ‘Orang itu kalau kita mau berbuat baik sejuta kalipun, kalaupun suatu saat kita pernah salah sekali aja, pasti yang diingat ‘mereka itu ‘satu kesalahannya’ daripada sejuta kebaikannya’.

    Why don’t we find good things in bad events? Isn’t there a hikmah (wisdom) in everything? Well, I guess.. we can actually turn bad things into good things.

    Saya jadi teringat kutipan Sang Guru Rumi, “Things that can seem malicious or unfortunate are often a blessing in disguise, whereas things that might seem pleasant can be harmful in the long run.”

    Jadi teka-teki hujan ini, bisa dijawab kan.. Intinya kita fokus sama kejadian ‘setiap bawa payung, diluar gak hujan. setiap gak bawa payung, malah hujan.‘ Yang padahal gak selalu terjadi seperti itu, kan?

    Jadi cerita Hujan dan Payung ini bisa jadi wisdom juga ya, hehe.. Well, kalau kita mau mengambil pelajaran, hal kecil pun dan remeh temeh pun bisa jadi pelajaran penting kan..