Tenang Hati

By

Ais, Tuan oh Tuan.
Baru saja Tuan itu datang di dalam mimpi saya semalam. Tiba pagi datang, sudah datang saja petanda itu dari Tuhan lewat mimpi semalam! Baru saja saya melihat Tuan bersikap acuh terhadap saya di dalam mimpi. Seperti kenyataan saja mimpi itu! Kenapa pula Tuhan itu selalu memberikan saya hidayah akan Tuan di dalam mimpi?

Tenanglah, Tuan.
Apa sebab hati dibuat risau kembali? Karena saya menghilang selama satu atau dua hari ini? Atau kelihatan sikap saya tidak peduli kepada Tuan? Saya tidak mengabaikan Tuan, tidak pula saya mengacuhkan Tuan. Kalaulah agaknya engkau tak suka dengan sikap saya, maafkanlah saya. Tidak sukakah Tuan memaafkan saya?

Siapa pula yang tidak menghargai Tuan?
Ingatlah Tuan, cinta saya kepada Tuan tidak meminta balasan upah dari engkau. Tapi upah yang saya harapkan hanya dari Allah, Dia sendiri yang memberikan cinta ini kepada saya untuk Tuan. Upah yang kedua, yang saya harapkan yaitu supaya Tuan bisa dicintai sebagaimana Tuhan pula mencintai kita. Upah yang ketiga, Insya Allah jika Dia meridhai, diberi kesempatan kita berdua untuk hidup bersama.

Bersabarlah, Tuan.
Sebagaimana saya bersabar mesucikan hati saya untuk Tuhan, agar nikmat – nikmat yang diberikan Tuhan itu tidak dicabut kembali. Agaknya saya merasa bahwa tidak ada perempuan yang hatinya sesuci saya dalam mencintai Tuan. Kelak kalau Tuan menerima saya, engkau akan mendapatkan perempuan yang hatinya disucikan oleh Allah, suci niatnya, suci batinnya, suci pula jiwanya. Dialah perempuan yang belum pernah dimiliki siapapun kecuali Tuhannya, dari dulu ia tidak pernah memiliki kekasih, tapi dialah sendiri yang setia mencintai.

Cinta ialah perang, yakni perang yang hebat dalam rohani manusia. Jikalau ia menang, akan didapati orang yang tulus ikhlas, luas pikiran, sabar dan tenang hati. Jikalau ia kalah, akan didapati orang yang putus asa, sesat, lemah hati, kecil perasaan dan bahkan kadang-kadang hilang kepercayaan pada diri sendiri. Tenanglah, tenang. saya pula ingin memenangi perang gejolak di hati saya, dengan kesucian hati, tulus ikhlas, kesabaran dan paling utama, ialah tenang hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *