Dear 21, For God Everything is Meant For Good

By

Untuk diriku ke-21 tahun, aku ingin menyampaikan sesuatu hal kepadamu. aku sudah berulang kali membaca pesanku dulu yang pernah kutuliskan sejak umurku 19 tahun. Aku benar-benar tidak bisa membayangkan diriku yang dulu. Aku baru sadar sekarang, bahwa aku sudah benar-benar berubah sekarang.

Setiap kali kulihat parasku yang dulu, aku benar-benar mengira dia itu orang lain. Aku benar-benar kasihan melihatnya, tapi disisi lain dia sudah banyak berjuang untuk dirinya sendiri. Ternyata perjalanan dan pemikirannya akan Tuhan, benar-benar membawanya kepada Tuhan sesungguhnya. Ia bahkan sempat kebingungan, kemana lagi ia harus melangkah? Rasa sakit yang dulu ia tanggung, ia pikirkan apa sebab maksud gerangan. Tapi, benar-benar ia tak menemukan makna rasa sakitnya. Sekarang barulah aku tersadar, lantas apa jua makna dari rasa sakit dalam dosa? Dosa yang ia tanggung tak bermakna jua. Yang pada akhirnya hanyalah kerugian yang terdapatkan. Berakhirlah ia dengan putus asa, dan sebaik-baiknya keputusasaan ialah berputus asa dalam berdosa.

Rasa sakit yang bermakna itulah buah santapan pemberian Allah dan rasa sakit yang membawa kesengsaraan hanyalah buah godaan Iblis. lupakah aku akan kisah Adam dan Hawa? lantas buah kebijaksanaan yang telah ku dapatkan, darimana datangnya? Apakah selama ini aku menanam buah Iblis didalam hatiku, yaitu rasa sakit dosa yang bertumbuh? Atau buah pemberian Allah yang suci yang disana ditanamkannya hidayah Allah dan cahaya-Nya. Pepatah Arab menyebutkan bahwa “Buah kesabaran, Akarnya pahit, buahnya manis” , Lantas untuk siapakah kesabaran ini ditujukan? Apakah selama ini aku bersabar demi dosaku? Atau aku bersabar untuk Tuhanku?

Buah manis dosa, ditelannya rasanya manis. Setelah tersadar, tumbuhlah akar pahit didirinya itu. Lantas apa gunanya jua bersabar memakan satu-satu buah dosa itu, hanya lantaran manis sekejap, seketika bergantilah dengan rasa sakit. Adakah maknanya buah rasa sakit ini?

Selama tidak ada hidayah Tuhan, mana bisa ia temukan kebaikan didalamnya. Tapi kesabaran menelan buah pemberian Allah, bagaikan kisah Luqman yang mendapatkan melon pahit pemberian Tuannya, walaupun pahit ia telan dan dirasakannya dengan manis. Kenapa jua bisa ia rasakan manis? Jawabnya Luqman karena Cinta. Karena Cinta, orang tanggung rasa sakit, karena Cinta yang sebenar-benarnya mengubah pahit menjadi manis.

Begitu pulalah orang yang menanggung rasa Cinta, ia tak hirau dengan rasa sakitnya. Lantas kalau sudah kita bertahan-tahan dalam rasa sakit dosa, tapi tak mau keluar juga dari dosa tersebut, Yang dicinta itu bukanlah Cintanya, melainkan cinta yang membawa Dosa saja yang bertahan. Karena buah Cintalah yang mengubah rasa sakit, bukan rasa sakit yang lantas bertahan karena cinta. Dimanapula dapat ditemukan penawarnya dan buah obatnya selain yang dimiliki oleh Allah? Buah pemberian Allah, ialah kebijaksanaan memahami Cinta-Nya.

Semua rasa sakit rasanya sama saja, hanya obat dan buahnya bermacam-macam dan berbeda-beda. tidak ada yang suka makan buah beracun, atau ternyata buah yang dimakan hanya pembawa hukuman Tuhan. Selama itulah ia mungkin telah tersadar, atau Allahlah yang mungkin telah mengilhaminya.

“Buah pengetahuan baik dan buruk ialah buah yang telah terwarisi dalam nenek dan kakek moyang kita, Manusia. Dalam Agama Islam disebutkan buah khuldi, Khuld yang artinya kekekalan.” Tak pernah menyangka, makna kekekalan itu mesti diraih dengan susah payah, memahami mana baik dan buruk, setiap hari berjuang melawan para musuh, sudah berapa poin yang kudapat pula? Berapa kali iblis telah mendapatkan poinku?

Buah keabadian, sebagaimana pula buah apa yang kita makan hari ini. buah keabadian yang membawa kita pada rasa sakit abadi atau kebahagiaan abadi, dimakannya buah dosa atau buah kebijaksanaan yang baik, buah apa yang dimakan hari ini mungkin pula menentukan keabadian yang akan didapat.

keselamatan rasa sakit itulah pengampunan. Berbuat jahat kepada orang lain, bukanlah ia berikan kejahatan itu kepada orang tersebut. Lantaran ia hanya sedang menjahati dirinya sendiri. “Memang dalam kebodohan saya. saya sudahlah jahat dengan Engkau Tuhan, apalah daya saya menduakan Tuhan, padahal Tuhanlah yang setia mencintai saya, pagi dan malam saya hanya mengingat orang lain, padahal di depan saya ada Tuhan.”

Lihatlah aku yang sekarang, Indri. Jikalau engkau mampu. Namun, engkau sudah jauh disana, pergi tertinggal. Allahlah yang sudah menghendakimu banyak hidayah, karena Ia cinta engkau. Namun, engkau dulu merisaukan cinta yang dititipkan oleh-Nya. Maka itulah untuk diriku yang ke 21 tahun, timbang baik-baiklah perkara cinta.

Cinta itulah iradat Allah, ditanamkannya di hati manusia sesuai dengan tanah dan buah apa yang ditanamkan. kalau tanahnya tandus, cintanya tumbuh hanya menyakitkan orang lain. kalau hatinya dimiliki oleh yang rendah budinya, cintanya hanya membawa kerusakan, tapi kalau cinta ditumbuhkan dari hati yang suci, ia akan mewariskan kemuliaan, keikhlasan dan ketaatan pada Tuhan. Sesungguhnya, cinta ialah nikmat titipan Tuhan, maka jagalah baik-baik nikmat tersebut agar tidak dicabut atau nikmat-Nya terhapus karena dosa jua.

Sebenarnya, cinta itu bukanlah dosa jua yang dikirim Tuhan. namun hatilah yang membuat dosa, lantaran isinya hatinya keji, apalah daya cinta itu tercemar karena buah hatinya sakit ataupun kotor pula, namun jika Allah sudahlah bersihkan hatinya, dipupuknya cinta itu dengan taat kepada-Nya dan banyak mensyukuri-Nya.

Tuhan ciptakan mata untuk melihat, matahari diciptakan untuk bersinar, semuanya baik bagi manusia. Sebagaimana hati yang di dada, diciptakan-Nya untuk kebaikan pula bagi manusia. Supaya manusia dibimbing melalui ketulusan perasaannya, diberikan-Nya nikmat cinta dan dituntun-Nya ke jalan kebenaran.

Benarlah bahwa cinta tak membawa sengsara. Tapi, ia membawa perjuangan dan pengharapan. Kalau, cintanya membawa kekecewaan, bukanlah salah Tuhan jua. Justru dibawanya kekecewaan itu ke jalan lain. Jalan masihlah luas, pengharapan dan perjuangan tak boleh berhenti. Orang yang hatinya patah dan kalah dalam percintaan, dibawanya menuju jalan yang lain. Dibawanya karya atau dibawanya semangat hidup mencerdaskan bangsa, atau dimasukinya perkumpulan politik demi membela kepentingan bangsa dan tanah air, dimasukinya jalan lain menuju perjuangan yang baik demi kehidupan. Haruslah percaya pada Tuhan bahwa semua maksud apa-apa yang dikirimi-Nya itu baik.

Dulu, dari cinta yang Tuhan berikan, Dia tuntun engkau ke jalan perjuangan demi meraih prestasi dan karya. Sekarang pun sama, Ia tuntun engkau maju ke perjuangan di jalan Tuhan. Dan semuanya itu baik. Maka, sudahlah jelas bahwa tak ada yang sia-sia cinta yang diberikan Tuhan itu. Dibawanya menuju kebaikan-kebaikan. Prestasi dan hidayah, amalan shalih dan kebaikan kepada sesama.

Dari hati yang sucilah, yang jauh dari niat jahat serta hawa nafsu yang buruk akan membawa orang ke jalan yang benar. Jalan yang dituntut Tuhan, jalan kebaikan. Cinta yang melahirkan kemuliaan batin, ahklak yang baik, ketaatan kepada Tuhan, serta perjuangan hidup tanpa takut sengsara akan cinta.

Buah paling nikmat yang pernah Allah tumbuhkan dalam hatiku ialah buah kebijaksanaan mencintai Allah dan kebenaran-Nya. Aku kadang merasa sedih karena rindu bertemu Tuhan. Setiap malam aku menghabiskan waktuku didalam rumah Allah. disanalah Cinta bertemu.

Aku mengerti, Allahlah yang telah menaruh cinta kepadanya, agar aku selalu ingat kepada-Nya. Cinta yang dititipkan Allah didalam hatiku sekarang, banyak membawaku pada ketaatan k

Diumurku ke 21 tahun ini, dalam sisa hidupku, aku telah bernazar untuk melayani Allah. Cinta yang dititipkan Allah bisa hilang, namun apa-apa milik Allah tak pernah hilang. Semakin engkau mencintai Allah, engkau pasti akan menemui-Nya. dan semakin engkau cintai selain-Nya, engkau akan kehilangannya. Lantas berpeganglah kepada Allah, kalau sudah memiliki-Nya, siapa lagi yang dapat hilang darimu? Kepunyaanmu akan hilang, dan kepunyaan Allah ialah keabadian.

Terakhir kali kuucapkan, “Selamat Ulang Tahun Ke 21 Tahun”, Semoga Allah memberikan kita cahaya dan hidayahnya selalu agar senantiasa dapat melayani-Nya setiap hari, doa apapun yang terbaik untukmu. Ingat baik-baik pesanku, semoga membawamu pada jalan yang diridhai oleh Allah. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *